Beberapa tahun terakhir atensi terhadap tampilan atau feed media sosial terasa penting diperhatikan oleh para pengguna untuk sekedar mendapatkan jumlah likes dan penambahan followers karena feed yang catchy. Gak semua orang memedulikan tone warna, visual, atau tema apa yang dibagikan ke timeline media sosial, namun sejak menjamurnya influencer, mau tidak mau banyak dari kita yang mengikuti pola tersebut dan secara tidak sadar, media sosial membentuk kepribadian penggunanya.

Dibalik itu, caption sering kali diabaikan muatan isinya, padahal caption dan visual sama pentingnya terlebih untuk brand yang ingin melakukan ads di media sosial. Tiga platform besar seperti Facebook, Instagram dan Twitter masih menjadi pilihan user untuk berjejaring. Perlu dipelajari, bahwa masing-masing platform memiliki aturan mainnya sendiri. Setiap konten yang kamu posting di ketiga platform tersebut bukan saja bisa berbeda hasil dari ekspektasi yang sudah kamu bangun. Kalau ingin tetap eksis bermain di ketiganya, mempelajari sifat pengguna aplikasi perlu dilakukan. Memang apa gunanya?

Nyatanya, meskipun Facebook tidak memiliki batasan untuk menulis caption, tapi kita juga harus tahu caption Facebook bukanlah kolom surat kabar yang berisi ratusan hingga ribuan susunan kata. Beberapa studi mengungkapkan bahwa efektifnya caption Facebook akan menarik minat pengguna ketika panjanganya berkisar 40-80 karakter.

Berbeda induk, berbeda pula cara kita bermain di Twitter. Terbatasnya jumlah karakter di setiap cuitan, memaksa penggunanya untuk efisien dan efektif dalam menyampaikan informasi agar tidak terkesan bertele-tele atau malah jauh dari niat awalnya, kecuali kalau mau spam biar dapet perhatian publik. Ada triknya, efektivitas cuitan untuk dimunculkan berkisar 71-100 karakter dari total 280 karakter yang disediakan oleh Twitter.

Lain cerita dengan Facebook dan Twitter, Instagram memanjakan mata penggunanya dengan tampilan visual dan video yang dapat dilihat dalam satu waktu bersamaan, jangan terfokus hanya pada visual yang menarik, pengguna juga dapat memanfaatkan caption untuk menyampaikan informasi. Sifat pengguna Instagram yang sering kali scroll feed secara cepat, kita dapat menyajikan caption yang efektif berkisar 138-150 karakter agar usaha bikin caption panjang lebar itu tidak sia-sia dan menyakitkan bila hanya berakhir di scroll down.

Media sosial memang sudah menjadi jurnal harian masyarakat modern sekarang ini, seiring perkembangannya kita juga perlu mengetahui apakah konten yang kita bagikan dapat menarik minat pengguna lain kalau mau jumlah followers dan likes bertambah. Jika Socrates berkata “Jika aku berpikir maka aku ada”, di era digital ini mungkin bisa dijadikan anekdot baru “Jika aku bermedia sosial maka aku ada.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *