Coba tanya teman sebelahmu, apakah dia menggunakan media sosial? Tentu saja iya. Bukan hanya kamu, dia dan kita namun mereka yang jauh dari jangkauan matapun sepertinya punya akun Facebook, Twitter, YouTube, Instagram dan sebagainya. Penggunanya akan dimanjakan dengan semua fitur yang membuat kita terhubung satu sama lain, menjadikan media sosial sebagai “buku diary dan album kenangan” bagi para penggunanya.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin masif dan kecil kemungkinan bisa dihentikan ini, membuat kita harus bekerja ekstra untuk memilah dan memilih dalam berkehidupan di media sosial. Apa yang paling sering dilihat dan dibagikan warganet di akun medsosnya?

Gaya Hidup

Gaya hidup atau lifestyle kayaknya gak akan pernah tanggal dari keseharian kita selama kita masih hidup. Gaya hidup harus berbanding lurus dengan apa yang kita punya, dengan apa yang bisa kita keluarkan supaya tidak terkesan BPJS. “Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita” ternyata ada yang sampai rela menggendutkan hutang demi memenuhi hasrat eksistensial. Pintar memilih apa yang dilihat di medsos terbukti perlu, agar kita tidak terjebak dalam utopia media sosial yang hanya menampilkan kebahagiaan hidup yang semu.

Hobi

Pasti kamu punya preferensi berbagai akun yang kamu ikuti, jelas yang sesuai dengan apa yang kamu senangi dan membawa nilai positif untuk hidupmu. Media sosial juga menjaring banyak pengguna untuk berkumpul pada minat yang sama dan pengguna dibebaskan untuk memilih komunitas apa yang ingin diikuti.

Informasi

Dengan adanya internet dan media sosial, informasi yang kita dapatkan juga semakin beragam dan kita dituntut untuk “open minded” dalam menerima berita dan isu yang sedang berkembang. Hey, tunggu dulu open minded di sini bukan berarti kamu harus menerima semuanya mentah-mentah. Open minded itu, kamu harus bisa menerima bahwa banyak opini dan pandangan yang berbeda dari sudut pandangmu. Dari sini kamu sudah bisa membatasi informasi yang kamu terima dengan menyaring “toxic information” agar tetap bijaksana dalam penggunaan media sosial.

Bisnis

Bagi siapapun yang memiliki jiwa pengusaha pastilah media sosial dapat dijadikan lapak baru untuk memasarkan produk dengan berbagai metode pemasaran dan sebagai sarana belajar bisnis. Kalau generasi Baby Boomers dan X memandang pekerjaan menjanjikan hanya sebatas jadi PNS, bankir dan dokter, beda dengan generasi milennials dan Z sekarang. Perkembangan digital semakin pesat satu dasawarsa ini membuat jenis pekerjaan juga makin beragam. Bagi masyarakat usia produktif saat ini, PNS bukan satu-satunya tolok ukur mendapat pride kesuksesan, mereka tahu kalau media sosial juga bisa menjadi ladang uang yang masih segar. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram hingga YouTube dapat dimanfaatkan sebagai pekerjaan yang menghasilkan uang. Jangan dulu mengira pekerjaan yang ada di media sosial adalah pekerjaan yang tidak jelas, justru karena media sosial semakin absurd lah peluang itu semakin jelas.

Seiring dengan isu kesehatan mental dan kesadaran pentingnya kesehatan mental dalam hidup, media sosial ditengarai juga menjadi penyebab angka depresi semakin meningkat. Jadi penting untuk kita pengguna bukan hanya memandang media sosial sebagai taman bermain baru, perpustakaan berjalan, atau apapun sebutan lainnya namun juga harus bijaksana dalam menggunakan media sosial agar fungsi media sosial tidak melenceng dari tujuan awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *