Hidup di era digital seperti saat ini mendekatkan kita pada keyboard dan menjauhkan kita dengan buku tulis dan pena. Dari kebiasaan bekerja dengan mesin, pasti kita sering luput membuat kesalahan mengetik. Kesalahan ini disebut typo. Mulai dari salah ejaan, salah huruf yang mengakibatkan salah pemaknaan kalimat dan membuat revisi tak kunjung selesai.

Kesalahan ketik ini sepertinya tak terhindarkan terlebih ada fitur autocorrect di handphone. Fitur ini seperti menyuburkan kesalahan ketik saat hendak mengirim pesan singkat atau berkomentar di media sosial. Namun di beberapa kasus, typo juga menjadi ruang hiburan kita yang baru saat screenshot kesalahan ketik diunggah dan menjadi meme di media sosial.

Masih segar di lini masa tentang kesalahan menulis Mental Breakdown menjadi Mental Breadtalk dan ternyata viral sampai menjadi Trending Topic di Twitter. Mungkin saja dengan adanya typo ini bisa dijadikan ide baru untuk campaign awareness untuk brand yang hendak memulai campaignnya. Niatnya serius malah menjadi bulan-bulanan massa di media sosial hanya karena kesalahan ketik. Ternyata pepatah “karena nila setitik rusak susu sebelangga” dapat dikaitkan dengan kesalahan ketik.

Tenang, kesalahan menulis ini pada dasarnya tidak dilakukan secara sengaja meskipun kita sudah yakin dengan penulisan yang tepat, namun pasti ada satu yang tidak kita sadari kalau tulisan kita itu typo. Terlalu fokus dengan satu tulisan yang dibuat secara terus menerus juga menjadi faktor yang bikin kita nggak ‘ngeh’ dengan typo, karena otak kita sudah tersetel dengan hasil tulisan yang kita tuangkan pertama kali. Dalam dunia penerjemah, ada istilah meninggalkan tulisan dulu sementara. Hal ini dilakukan untuk me-refresh otak dari kubangan tulisan yang sama. Jadi ketika kembali membaca tulisan kita sendiri beberapa saat kemudian, kita akan menjadi pembaca baru yang pasti sadar dengan kesalahan penulisan itu sendiri.

Kasus berbeda dengan tulisan yang kita buat di pesan singkat, ketika kita buru-buru menulis tanpa melihat lagi pesan yang telah diketik pastilah typo itu akan ada. Jangankan private message yang typo, setingkat surat kabar internasional pun pernah melakukan kesalahan ini. Namanya juga manusia pasti tidak luput dari kesalahan~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *