Lain dulu lain sekarang. 20 tahun lalu radio, media cetak, dan televisi menjadi tiga kanal utama perusahaan untuk beriklan. Tapi di era 4.0 ini, anggaran belanja iklan perusahaan semakin banyak dialokasikan ke ranah digital.

Gak percaya? Lihat aja di sekitar kita, begitu banyak masyarakat berbondong-bondong berbelanja online, begitu pula dengan para pebisnis yang sudah menggarap ranah digital sedemikian rupa untuk menjangkau seluruh nusantara. Hal ini terjadi karena memang adanya perubahan pola hidup masyarakat.

Salah satu cara para brand melariskan dagangan mereka adalah dengan cara menggunakan influencer marketing. Cara ini dinilai mampu menjangkau dan menarik minat masyarakat yang udah digital savvy untuk sekedar tahu hingga akhirnya berminat untuk membeli.

Turunnya minat penonton televisi lantaran hadirnya Youtube, Netflix dll memang membuat para pemasar memutar otak untuk berlomba-lomba mencari cara menjajakan jualannya.

Influencer memang menjadi alternatif yang menawarkan penyebarluasan informasi dengan cara yang lebih relate dengan generasi millennial dan generasi Z saat ini. Bayangkan saja, brand seperti Supreme mendadak berseliweran di pasar malam padahal banderolnya cukup tinggi. Hal ini terjadi karena banyaknya influencer menampilkan brand tersebut melalui platform media sosial mereka masing-masing. Ada yang berbentuk review, ada juga yang sekedar pamer saja.

Nah kira-kira, apakah kamu udah dapetin influencer yang cocok untuk brand kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *