Twitter 101. Cara Magis Mencari Atensi

Belakangan ini Twitter kembali menjadi platform online pilihan user untuk mendapatkan dan berbagi informasi. Informasi yang diberikan beragam, salah satunya yang sedang ramai dibicarakan yaitu berbagi informasi dengan mantra khusus “Twitter, please do your magic!”.

Mantra Twitter, please do your magic memang bukan hal yang baru dan sering berkeliaran di timeline para penggunanya.

Berawal dari niat baik

Penggunaan frasa ini lahir sejak 2008 oleh akun Twitter yang berlokasi di luar Indonesia. Di Indonesia sendiri, penggunaan frasa ini melonjak drastis sejak bulan Maret 2019. Pemicunya berawal dari Twitter Official yang me-retweet comment tweet kedai donat hingga membuatnya ramai pengunjung, yang disebut-sebut sebagai gambaran nyata dari Twitter’s magic.

Karena kian populer, belakangan cara ini dianggap ampuh untuk membantu sesama yang mengalami berbagai macam masalah, mulai dari kehilangan, penipuan, sampai sekedar menanyakan hal yang jauh dari kepentingan hanya untuk pansos (panjat sosial).

Engagement tingkat dewa

Yang menarik, trend postingan menggunakan frasa ini cenderung cepat mendapatkan engagement tinggi hanya dalam waktu satu hari, contohnya postingan @loolxaa yang diunggah tanggal 29 Agustus dan pada hari itu juga mendapat engagement sebesar 23.935, meski hanya memiliki 354 followers. Hal ini juga menunjukkan bahwa besaran followers bukan faktor utama postingan mendapat engagement besar. Contohnya lagi @umaizzaty hanya memiliki 19 followers namun postingannya mendapat 5.726 Retweets, lebih banyak dibanding @nasgortomyam yang postingannya mendapat 5.534 Retweets padahal @nasgortomyam memiliki followers lebih banyak yaitu 77 followers.

Dengan frasa dan topik yang sama pun, seperti postingan @umaizzaty yang lebih detail daripada @nasgortomyam dalam menceritakan kenapa membutuhkan Twitter’s magic, terbukti engagement yang didapat bisa berbeda tergantung pada konsep atau cerita yang ditawarkan pada postingan.

Menyentuh palung hati netizen

Dari data percakapan yang ditangkap Dashboard Mediawave, frasa ini paling banyak digunakan untuk meminta bantuan melariskan dagangan dengan bumbu emosional yang memicu simpati juga empati warganet, sebesar 31% dari total percakapan.

Tertinggi kedua sebesar 19% digunakan untuk meminta donasi kemanusiaan, disusul meminta bantuan untuk animal rescue sebesar 15%.

Topik keempat yang banyak menggunakan frasa ini meminta tolong mencari barang/orang/hewan hilang sebesar 14%,  disusul sebesar 13% menggunakan frasa ini untuk meminta bantuan memviralkan sesuatu. Namun ternyata juga ditemukan 8% frasa ini disebut dalam percakapan berisi satire, menyindir warga Twitter yang menyalahgunakan frasa “Twitter, please do your magic!” untuk hal-hal remeh, hal-hal yang sebenarnya tidak perlu bantuan dari khalayak fufufu.

Nah! mungkin sekarang kamu udah gak terheran lagi kan kenapa sih banyak yang menggunakan mantra tersebut. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa download infografisnya secara dengan cuma-cuma disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close