5 Kesalahan Dalam Menggunakan Social Media Monitoring

Ini terjadi setiap saat bagi pengguna yang menguji media sosial monitoring tools.

Tidak jarang beberapa pengguna layanan social media monitoring mengeluhkan tools yang mereka pakai karena tidak mampu membantu mereka di belantara dunia maya. Mari kita akhiri hal tersebut. Berikut adalah lima kesalahan menggunakan social media monitoring yang paling fatal.

1. Tanpa rencana apapun

Bagai terjun ke medan perang namun tidak tahu harus melakukan apa. Hal ini bisa membuat social media monitoring tools tidak berguna.

Berdasarkan temuan kamu, sebagian besar kegagalan pemantauan berasal dari tempat yang sama: pengguna belum memikirkan semuanya.

Perlu diketahui, bahwa kamu sebagai pengguna perlu membuat perencanaan yang matang terhadap perusahaan atau brand kamu. Apakah objektif dari penggunaan tools ini.

Informasi apa yang ingin saya temukan?

Apakah kamu ingin tahu kapan orang menyebut brand kamu, pesaing kamu, atau industri kamu yang lebih luas? Apakah kamu mencari ulasan, komentar dari pelanggan, atau berita yang disebutkan?

Apa kata kunci terbaik untuk digunakan?

Keywords kamu adalah satu-satunya aspek terpenting untuk pemantauan. Pemantauan media pada dasarnya adalah “pemantauan kata kunci” – kamu akan menerima peringatan setiap kali seseorang menggunakan kata kunci yang telah kamu input. Jadi jika kamu memilih kata kunci yang buruk, kamu akan mendapatkan data yang buruk.

2. Pemilihan yang terlalu luas

Pemantauan yang baik harus fokus dan tepat. Saat kamu membuat lansiran pertama, mungkin tergoda untuk mencoba menangkap semua yang dikatakan netizen di media sosial. Tenang, dan cobalah mennentukan keywords yang lebih spesifik sesuai dengan yang kamu inginkan.

kamu tidak usah membuang waktu mengarungi penyebutan yang tidak relevan; kamu tidak membayar untuk menyebutkan yang tidak kamu butuhkan. Karena umumnya social media monitoring tools hanya memberikan kamu kuota – 10.000 keywords per bulan.

Tipsnya

Misalnya, jika kamu peduli secara khusus tentang keluhan produk, batasi pencarian kamu dari awal. Cari kombinasi nama merek kamu, ditambah kata-kata negatif seperti “rusak,” “benci,” dll.

3. Terlau dibatasi

Kami baru saja menjelaskan cara membatasi pencarian kamu, tetapi kamu juga harus menghindari pembatasan peringatan.

Ini dapat terjadi di mana keywprds yang kamy pantau sudah sangat tepat – misalnya nama seseorang. Dalam hal ini, kamu perlu mempertimbangkan cara lain yang dapat digunakan orang untuk merujuk orang atau produk tersebut secara lebih spesifik

Misalkan merk yang kamu ingin pantau adalah Nike, maka kamu mungkin harus menambahkan beberapa keywords yang memiliki kertekaitan dengan merk tersebut, seperti “Air Jordan” atau “AirMax” karena mungkin audiens tidak menyebutkan si merk tersebut melainkan variannya.

4. Tidak bereaksi cukup cepat

Salah satu manfaat terbesar dari social media monitoring tools adalah alat terbaik yang memungkinkan kamu melakukannya secara real time. Itu berarti, begitu seseorang menyebutkan brand kamu di media sosial, maka kamu tahu tentang itu. Baik itu di Twitter, Facebook, Pinterest, Instagram – tidak masalah.

Hal ini sangat berharga untuk layanan pelanggan, di mana respons cepat dapat membantu kamu memecahkan masalah klien dan membangun loyalitas merek.

Namun apalah arti realtime jika kamu gak on time. Membiarkan keluhan audiens hingga menumpuk hanya akan memperburuk citra brand kamu di media sosial.

5. Tidak bekerjasama

Alat pemantau media sosial sangat bermanfaat bagi seluruh penggunanya. Baik itu untuk layanan pelanggan, penjualan, pemasaran, dan bahkan CEO kamu. Satu kesalahan yang sangat umum adalah tidak berbagi informasi antar tim.

Apa artinya?

Kami sudah sepakat bahwa kamu perlu memiliki satu orang (atau lebih) yang bertanggung jawab atas tools ini. Tapi bukan berarti orang yang kamu percaya tersebut handle semua pekerjaan yang harusnya didelegasikan ke tim lain.

Mulailah bekerjasama sebagai sebuah unit dimana kamu memiliki orang-orang yang handal untuk mengatasi berbagai isu di media sosial terkait brand kamu. Gak mungkin dong kalau analis kamu harus menentukan strategi pemasaran yang baru atau lebih buruknya menjadi customer service?

Mulailah mencobanya dengan perlahan dan teliti. Kamu dan brand kamu akan merasakan manfaat lebih besar dari sekedar laporan di media sosial aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close