Bukan rahasia lagi bahwa media sosial perlahan mengambil alih dunia pemasaran, tetapi apa artinya semua itu bagi brand kamu?

Ketika kamu memutuskan brand kamu harus terjun ke media sosial, ketahuilah bahwa ranah dunia maya ini bukan sekedar posting aja, kamu perlu membangun reputasi khusus agar brand kamu dikenal.

Menciptakan kesadaran terhadap brand bisa menjadi fondasi pemasaran yang sukses. Untuk melakukannya, media sosial dapat digunakan sebagai pembawa pesan yang berkembang pesat. Sekarang terserah kamu bagaimana bagaimana cara mendapatkan followers baru dan meningkatkan brand awareness kamu. anyway, here’s our tips for you!

1. Pilih platformnya

Faktanya ada puluhan juta pengguna media sosial di Indonesia, dan rata-rata mereka menghabiskan waktu selama 3 jam lebih dalam seharinya.

Alasan ini menjadikan media sosial salah satu cara terbaik untuk mempromosikan produk & layanan kamu, tetapi ada 100 platform jejaring sosial sehingga kamu harus memilih dengan bijak karena kebanyakan dari mereka tidak layak untuk kamu pakai karena minimnya beberapa fitur dan kurangnya pengguna platform tersebut.

2. Atur strategi

Dunia digital gak melulu tentang konten. Kamu harus tahun konten apa yang cocok untuk menaikkan reputasi brand kamu, kapan dan dimana konten tersebut kamu lempar ke publik.

Langkah pertama adalah memilih target audiens yang membutuhkan produk kamu dan dapat mendukung merek kamu. Sekarang kamu dapat mulai berinteraksi dengan mereka.

3. Gunakan influencer

Konten emang perlu banget di media sosial, tetapi sekreatif apapun kamu jika brand kamu masih sangat baru dan belum dikenal maka kamu memerlukan pihak ke 3 untuk membantu memperkenalkan brand kamu.

Biasanya ada selebriti tertentu atau artis yang bisa kamu gunakan sebagai influencer dari brand kamu. Tapi ingat lho.. sesuaikan juga karakteristik brand kamu dengan calon influencer karena kamu gak mungkin memasarkan alat masak menggunakan influencer seorang vokalis band metal (Kecuali mau nyeleneh dikit).

4. Lakukan campaign

Kalau di zaman kerajaan ada sayembara, maka di zaman digital ini kamu memerlukan campaign sebagai alat membantu menyebarluaskan brand kamu.

Kamu bisa membuat foto kontes, membuat video kontes, membuat kuis atau sekedar ajak followers kamu nge-tag foto dan video dari brand kamu. Niscaya omongan dari mulut ke mulut pun akan terjadi.

5. Bersosialisasi

Tak kenal maka tak sayang adalah semboyan yang tepat buat menggabarkan bagaimana kamu berinteraksi dengan audiens kamu. Gak jarang beberapa brand memilih menjadi robot ketimbang berperan sebagai seorang teman yang senantiasa berinteraksi dengan audiens lainnya.

Dengarkan lah keluhan konsumen kamu, ajaklah mereka untuk ikut serta mempromosikan tagar khusus yang kamu buat. Jangan lupa pikirkan konten yang tepat sasaran untuk memulainya.

6. Social Media Monitoring

Ada ratusan layanan berbeda yang akan memantau brand kamu secara online. Jika kamu gak punya waktu atau sumber daya untuk memburu setiap percakapan tentang brand kamu, social media monitoring akan memungkinkan kamu untuk memantau apa yang dikatakan audiens kamu secara online sehingga kamu dapat memerangi publisitas negatif apa pun.

Menurut survei Layanan Pelanggan Sosial NM Incite, 71% konsumen yang dilayani keluhan atau pertanyaannya dengan cepat, akan merekomendasikan brand tersebut kepada orang lain, dibandingkan dengan 19% pelanggan yang tidak menerima tanggapan. Apakah kamu akan menjadi bagian dari 71% dan membangun reputasi brand kamu? atau akan membiarkan kekuatan media sosial menjadi sia-sia?

Coba deh lihat lebih dalam reputasi brand kamu di media sosial secara gratis!