Anak-Anak Sebagai Influencer Di Media Sosial

Merek-merek besar telah menghidupkan mesin pemasaran mereka ketika mereka berlomba dengan anak-anak baru. Influencer marketing memang bukan hal yang baru, tetapi munculnya pemasaran media sosial di tahun 2010 membuka pintu bagi influencer dari segala usia.

Ketika penggunaan media sosial oleh anak-anak dan remaja semakin pesat, hal ini memungkinkan bagi kaum muda untuk muncul sebagai influencer online yang powerfull. Bahkan influencer anak-anak menjadi target dari beberapa brand karena mampun mengangkat brand mereka untuk diminati oleh anak-anak lainnya.

Keterkaitan produk dengan influencer

Rasanya gak mungkin lah ya kalau seorang anak berusia 12 tahun menjadi influencer dari sebuah brand minuman energi atau brand dari mobil sport, karena sangat amat melenceng dari target audiens yang diharapkan.

Meningkatnya penggunaan influencer anak-anak tentunya didorong oleh keinginan beberapa brand yang fokus terhadap produk anak-anak untuk mengenalkan produk mereka secara direct.

Produk seperti baju anak-anak tentu akan sulit direpresentasikan oleh orang tuanya secara visual melalui konten digital melainkan anak itu sendiri.

Youtube menjadi favorit si kecil

YouTube menghadirkan komponen video yang kuat yang sangat menarik bagi anak-anak dan remaja lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa 75% anak-anak usia 6 tahun hingga 17 tahun ingin menjadi YouTuber. Anak-anak dan remaja memandang para bintang-bintang muda YouTube sebagai acuan mereka dalam memilih produk dibandingkan dengan para bintang iklan di tv.

Perlukah influencer anak-anak menjadi bagian strategi pemasaran?

Dengan banyaknya brand-brand besar yang menggunakan ana-anak sebagai influencer, maka timbulah permasalahan etika. Sebagian audiens tidak suka ketika anak-anak digunakan untuk mencari untung, tetapi dengan berkembangnya era digital saat ini, maka perlindungan terhadap anak-anak pun semakin diperbaiki agar tidak dikategorikan sebagai eksploitasi.

Brand pun tak bisa sembarangan memilih influencer anak-anak atau remaja untuk menjadi bagian dari strategi pemasaran mereka. akan jauh lebih aman ketika brand-brand tersebut menggunakan influencer yang sudah memiliki reputasi dan pengalaman, karena umumnya mereka sudah memiliki manajemen tersendiri yang profesional.

Sudah punya gambaran siapa influencer yang kira-kira cocok untuk brand kamu? Coba cari tahu dulu informasinya menggunakan tools kami untuk memudahkan kamu menentukan strategi digital yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close