The Power of Konten Kocak Di Media Social

Menulis lelucon merupakan kerja keras. Tetapi kalau kamu memiliki bakat humor, kampanye pemasaran kamu akan menjadi lebih baik.

Kamu mungkin udah sering perhatiin bahwa meme lucu dan banyak tagar yang kocak nan populer. Sebagian besar konten viral dan “receh” tersebut memiliki tanggapan yang cukup positif dan memorable. Banyak peneliti mengatakan jika humor digunakan pada setiap konten untuk menarik dari sisi psikologis audiens.

Lelucon memicu respons emosional dan psikologis yang positif

Salah satu cara paling efektif untuk memasarkan brand adalah dengan membangkitkan sisi emosional. Apapun industri brand kamu, gak ada salahnya untuk sesekali menghibur followers kamu seperti yang dilakukan Conoco.

Kebanyakan social media user saat ini merasa senang ketika mereka tertawa karena konten yang disajikan. Mungkin kamu bisa dibuat terkesima dengan foto yang mengedepankan estetika atau hasil editan gambar menggunakan skill photoshop level master, tetapi becandaan receh tetap memiliki tempat di hati audiens.

Kalau kamu ingin pelanggan kamu mengaitkan perasaan baik dengan merek kamu, buat mereka tertawa.

Buat brand kamu mudah diingat dengan humor

Menurut Pascale, penelitian menunjukkan bahwa hanya 42% pengalaman positif dilupakan, sementara 60% pengalaman negatif memudar dari ingatan.

Pikirkan tentang iklan TV apa yang kamu paling ingat. Kamu tentu gak akan ingat hal-hal yang membosankan tapi yang lucu kan?

Mengakrabkan diri

Brand memiliki identitas dan krakteristik persis seperti manusia. Kapan kamu akan menggunakan jokes dipostingan itu menjadi PR untuk kamu.

Ketahuilah, jokes receh yang sering beredar di media sosial selayaknya sebuah obrolan pertemanan biasa yang gak “melulu” serius dan membosankan.

Singkatnya, audiens di media sosial harus merasa seperti mereka mendengarkan pembicaraan ringan, bukan mendengarkan ceramah. Di situlah humor berperan. Apa pun brand kamu, menjadi lucu dapat membantu mengubah citra korporat yang terputus menjadi perasaan yang akrab dan manusiawi.

Yuk cari tahu mulai sekarang, kapan kamu harus melempar jokes di timeline, atau mencari konten apa yang followers kamu sukai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close