Mungkin udah ada jutaan brand yang terjun ke media sosial. Mulai dari brand-brand yang udah established sampai para pelaku industri rumahan mulai menjajakan dagangan mereka di media sosial.

Meski terlihat gampang, namun bisnis menggunakan media sosial bisa dibilang gampang-gampang susah. Nyatanya banyak yang tidak berhasil, memanfaatkan media ini.

Nah, kira-kira apa aja sih yang faktor-faktor yang menyebabkan para pedagang online tersebut gagal memenuhi ekspektasi?

Tidak memiliki konsep

Banyak para pebisnis online yang masih awam dengan media sosial karena biasanya hanya sekedar ikut-ikutan aja. Gak ada karakteristik brand mereka, gak ada pemakaian hashtag tertentu, gak tahu konten apa saja yang harus diupload, atau caption yang cenderung datar-datar aja. Faktor ini yang memicu pergerakan bisnis mereka cenderung jalan ditempat.

Cuma nyari followers

Siapa sih yang ingin followersnya cuma hitungan jari? gak ada. Kebanyakan pebisnis di medsos terlalu berambisi memperbanyak followers tanpa mikirin engagment dengan audiens yang ada.

Percaya atau gak, cobalah untuk meningkatkan interaksi yang aktif dan menarik dengan followers, karena pencitraan seperti itu bisa mendongkrak pendapatan followers yang organik daripada hanya sekedar beli followers. Malu dong klo followersnya 10 ribuan tapi yang nge-like post kamu cuma 30 orang.

Asal viral

Semua orang ingin merk dagangnya tersohor walau kadang harus tekor. Problemnya, banyak banget brand-brand yang asal aja memposting sesuatu yang bikin viral tetapi gak memikirkan efeknya baik atau buruk.

Cobalah buat mengkaji lebih dalam untuk membuat campaign yang menarik perhatian dan membuahkan banyak interaksi ketimbang hanya “nebeng” hashtag yang lagi viral, atau memposting video yang kontroversial.

Konten yang membosankan

Coba deh sesekali perhatikan beberapa postingan kompetitor dan lihat berapa jumlah interaksi dan jumlah penyukanya. Faktor tersebut biasanya didirong karena konten mereka cukup menarik.

Menarik disini bisa dari materi yang mereka posting cukup unik, bagus, dan mengena. Jadi kalau memang masih sulit mendapatkan interaksi dan engagement, coba deh review kembali konten kamu, siapa tahu memang yang kamu posting hanya sekedar produk dan harga aja.