Apa itu advokasi karyawan?

Advokasi karyawan sebetulnya lebih mengacu pada promosi organisasi/perusahaan oleh tenaga kerjanya. Banyak sekali bentuk dari advokasi tersebut, tetapi belakangan ini, saluran yang paling umum dan efektif adalah media sosial.

Faktanya, status karyawan memiliki tingkat kepercayaan cukup tinggi di mata publik. Boleh dibilang mirip-mirip lah dengan CEO. Keterlibatan karyawan memiliki impact cukup signifikan untuk membangun brand sebuah organisasi dan perusahaan.

Problemnya, beberapa perusahaan dan organisasi masih banyak yang belum menyadarinya, dan bahkan belum memiliki program khusus untuk advokasi karyawan.

Cara membangun program advokasi karyawan

1. Jadikan budaya tempat kerja sebagai prioritas

Agar karyawan menjadi duta besar sebuah perusahaan atau organisasi, maka mereka perlu lebih mencintai pekerjaan mereka daripada sekadar gaji. Dalam satu penelitian, 18% karyawan mengatakan bahwa budaya perusahaan akan meningkatkan loyalitas dan keterlibatan mereka dengan perusahaan.

2. Merangkul karyawan

Kamu telah menciptakan lingkungan tempat kerja yang menarik dan interaktif. Sekarang, waktunya kamu perlu meminta karyawan untuk melakukan advokasi atas nama perusahaan kamu.

Tunjukan pada karyawan apa benefit dari advokasi tersebut bagi mereka. Advokasi tentunya membuat brand perusahaan kamu semakin dikenal publik.

Jangan lupa ciptakan konten yang menarik sehingga karyawan gak segan untuk membagikan di media sosial mereka. Mau bagaimanapun juga seluruh karyawan adalah micro influencer. Ajak mereka menggunakan hashtag tertentu, atau sekedar menciptkana sebuah event kecil untuk mereka pamerkan di media sosial.

3. Tetapkan tujuan dan KPI untuk program advokasi karyawan kamu

Beberapa kolega atau karyawan kamu mungkin telah memposting konten terkait perusahaan kamu. Tetapi tanpa sistem yang terorganisir, kamu gak memiliki cara untuk melacak hasil.

Semakin kamu menentukan tujuan yang spesifik, semakin banyak karyawan kamu yang membantu. Jika tujuan kamu adalah untuk meningkatkan kesadaran, mintalah karyawan untuk memposting lebih lanjut tentang brand kamu. Jika ini adalah produk baru, buatlah konten yang dapat dibagikan tentang produk itu.

4. Tetapkan pedoman media sosial

Karyawan perlu tahu gak hanya apa pesan dari sebuah konten, tetapi juga cara terbaik untuk menyampaikannya. Bahasa apa yang harus mereka gunakan? Seberapa sering mereka harus memposting? Bagaimana seharusnya mereka menanggapi komentar?

Buatlah guideline yang memudahkan karyawan kamu untuk memposting. Berikan mereka arahan yang tepat agar mencapai target yang perusahaan ingingkan.

5. Lacak metrik yang tepat untuk mengukur kesuksesan

Misi advokasi harus selaras dengan setidaknya satu dari tujuan bisnis utama perusahaan Anda. Kemudian tentukan metrik media sosial mana yang akan kamu akan lacak. Ini mungkin termasuk pangsa suara, lalu lintas situs web, dan / atau prospek penjualan baru.

Mengetahui sejauh mana usaha karyawan kamu di belantara media sosial memang tidak mungkin dilakukan secara manual. Suatu hari setelah membaca ini, mungkin kamu akan mulai berpikir betapa pentingnya Social Media Monitoring Tools.