Beberapa waktu lalu kita telah membicarakan tentang Influencer Marketing dan fungsinya, tapi tahu gak sih kalau strategi ini perlu perencanaan yang cukup matang dan target yang jelas.

Mungkin ada ratusan influencer di Instagram dan Youtube yang kita tahu, tapi tentu aja gak semuanya bisa cocok mewakili brand kamu untuk jadi seorang influencer. Kami punya 8 cara jitu yang penting banget untuk kamu ketahui sebelum memutuskan menggunakan influencer.

1. Tiga Pertimbangan awal

  • Relevan
  • Menjangkau
  • Berdampak

Relevan

Influencer yang relevan membagikan konten yang relevan dengan bisnis dan industri Kamu. Mereka harus memiliki audiens yang selaras dengan target pasar kamu juga tentunya.

Sebagai contoh, Andrea Bimo memiliki followers yang memiliki interest seputar gaya hidup sehat dan juga fashion, tentunya brand seperti adidas tertarik membuatnya menjadi salah seorang influencer dari tanah air.

Dalam setiap postingannya yang mempromosikan brand raksasa asal Jerman tersebut, Andrea cukup sering mendapat likes di atas 10.000. Wow!

Menjangkau

Setiap penunjukan influencer tentunya memiliki misi yaitu jumlah orang yang berpotensi menjangkau brand kamu melalui basis pengikut si influencer.

Berdampak

Ini adalah tingkat keterlibatan potensial yang dapat dibuat influencer dengan audiens yang relevan dengan merek kamu.

Ingatlah bahwa lebih besar tidak selalu lebih baik. Jumlah pengikut yang sangat besar tidak ada artinya jika pengikut tersebut tidak tertarik dengan penawaran kamu. Dan jumlah pengikut yang lebih kecil bisa sangat kuat jika merupakan area khusus yang tersegmen dengan baik. Influencer yang memiliki positioning tersendiri cenderung memiliki fans yang lebih loyal.

2. Ketahui siapa targetmu

Kampanye influencer kamu gak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Strategi yang efektif mengharuskan kamu untuk berbicara kepada orang yang tepat dan menggunakan alat yang tepat. (Dan, dalam hal ini, influencer yang tepat).

Langkah pertama adalah menentukan siapa audiens kamu untuk kampanye spesifik ini.

3. Cari keterlibatan dan kepercayaan dengan audiens yang tepat

Audiens kamu harus mempercayai dan menghormati pendapat para influencer yang bermitra dengan brand kamu. Tanpa komponen kepercayaan, hasilnya pun nihil. Kamu akan bersusah payah untuk melihat dampak bisnis ini jika influencer kamu tidak dipercayai oleh followersnya sendiri.

Bagaimana kamu bisa tahu kalau calon influencer yang ditunjuk bisa dipercaya? Engangement jawabannya. Kamu pasti ingin melihat banyak tampilan, likes, komentar, dan bagikan saat influencer kamu memposting produk dari brand kamu.

4. Gunakan tampilan, rasa, nada, dan nilai yang konsisten

Kamu perlu menemukan seseorang yang mampu memproduksi konten dengan tampilan dan perasaan yang mewakili pesan dari brand kamu yang diwakilkan oleh influencer.

Kesenadaan juga harus sesuai dengan cara kamu ingin mempresentasikan merek kepada pelanggan potensial.

Carilah seorang fotografer, atau creative content creator untuk membuat konten yang keren dan tentunya seusai dengan harapan dari brand kamu sendiri.

5. Usahakan organik

Lihat apa saja yang diposting oleh influencer potensial kamu. Seberapa sering mereka berbagi konten yang disponsori?

Kalau mereka sudah memiliki banyak followers namun masih melakukan campaign melalui promote, maka bisa jadi audiens yang kamu tuju pun jadi semu.

Cari banyak konten organik dan tidak berbayar untuk membuat pengikut tertarik, antusias, dan terlibat. Sebagai contoh, Influencer YouTube Laura Reid merekomendasikan hanya satu dari lima atau 10 postingan yang boleh dipromote.

6. Teliti dan pelajari

Influencer tentunya memiliki banyak tawaran dari merek lain. Saat pertama kali mendekati influencer, kamu harus menunjukkan bahwa kamu telah meluangkan waktu untuk mempelajari apa yang mereka lakukan.

Kenali apa channel atau platform yang biasa mereka pakai dan siapa audiens mereka. Lebih baik lagi, mulailah pendekatan kamu secara perlahan dengan berinteraksi secara organik dengan posting influencer target kamu. Sukai konten mereka. Beri komentar jika perlu. Bersikaplah apresiatif, bukan penjualan.

7. Perencanaan budget

Influencer dengan jangkauan yang luas diharapkan akan dibayar untuk pekerjaan mereka. Produk gratis mungkin bisa kamu kasih jika kamu menggunakan influencer nano, tetapi kampanye influencer yang lebih besar membutuhkan anggaran yang cukup. Ya ujung-ujungnya duit.

8. Pendekatan personal

Coabalah untuk mengirim DM atau lebih bagus kalo kamu memiliki email atau bahkan nomer kontak si influencer.

Pendekatan pribadi memberikan kamu ruang untuk berdiskusi soal brand kamu atau bahkan negosiasi lebih dalam.

Karena pada dasarnya para influencer juga manusia, dan mereka tentu memiliki pilihan pribadi saat harus menentukan produk mana yang akan mereka promosikan.

Buat kegiatan pemasaran influencer kamu lebih mudah dengan Mediawave. Melacak sentimen dan tren, tracking issue, mencari influencer dan ukur keberhasilan upaya kamu. Coba gratis hari ini!