Pelaku bisnis saat ini terobsesi dengan metrik, tapi jangan lupa bahwa pelanggan kamu lebih dari sekadar titik data.

Jika digalih lebih dalam, emosi adalah faktor nomor satu dalam membuat keputusan pembelian. Dan gak bisa dipungkiri kalau begitu banyak konsumen berbagi pendapat dan perasaan mereka di media sosial.

Daripada membiarkan luapan emosi pelanggan kamu, lebih baik menerjemahkan perasaan mereka tersebut menjadi data bisnis yang dapat ditindaklanjuti.

Dalam artikel ini, kami akan menguraikan pentingnya analisis sentimen media sosial, bagaimana melakukannya dan apa sih yang dapat dilakukan untuk mengubah bisnis kamu.

Apa itu analisis sentimen?

Analisis sentimen adalah proses pengambilan informasi tentang persepsi konsumen terhadap suatu produk, layanan atau merek.

Jika kamu ingin tahu persis bagaimana perasaan orang-orang terhadap bisnis kamu, analisis sentimen bisa kasih kamu solusi yang jitu. Secara khusus, analisis sentimen media sosial mengambil percakapan pelanggan kamu di sekitar ruang sosial dan menempatkan mereka ke dalam konteks tertentu.

Apakah produk kamu cukup dikenal konsumen? Apakah kamu udah memenuhi harapan mereka dengan kualitas barang atau layanan yang baik? Analisis sentimen dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan mudah.


Cara melakukan analisis sentimen sendiri

Dengan pemahaman dasar tentang apa itu analisis sentimen, mari kita bicara tentang bagaimana kamu melakukannya. Meskipun analisis sentimen bisa menghasilkan masukan berharga untuk brand kamu, bukan berarti itu tanpa tantangan.

Kamu jelas perlu memperhatikan penyebutan brand kamu di media sosial, di mana pelanggan mention langsung ke akun brand kamu. Cara ini sangat recommended untuk memanfaatkan pujian dan mengatasi kritik secara tepat waktu.

Pilih keywords yang tepat

Analisis sentimen hanya efektif ketika kamu bisa memisahkan sebutan positif dari yang negatif.

Itu berarti mencari istilah yang relevan yang menyoroti sentimen pelanggan dari brand kamu.

Beberapa istilah sentimen relatif mudah dan yang lain mungkin juga spesifik untuk industri kamu. Apa pun itu, istilah sentimen kamu perlu dibagi menjadi istilah positif dan negatif. Di bawah ini adalah contoh singkat dari beberapa istilah yang mungkin terlihat untuk pencarian sentimen.

  • Positive: bagus, suka, hebat, keren, thanks
  • Negative: buruk, benci, sebel, kecewa, jelek

Masukkan penyebutan Anda ke dalam konteks

Di sinilah analisis sentimen menjadi rumit.

Keywords yang berhubungan dengan sentimen dalam pencarian kamu gak selalu menceritakan kisah lengkap tentang perasaan pelanggan kamu. Penting banget untuk memeriksa ulang keywords tersebut dan membaginya ke dalam kategori yang tepat.

Emang sih, pujian kadang diutarakan melalui bahasa yang gak biasa seperti kata “gila,” “parah” dan “gokil”. Tapi kalau kamu melihat istilah-istilah itu muncul dalam menyebutkan brand kamu tanpa konteks, itu mungkin menjadi alasan untuk kamu khawatir.

Bahasa sarkasme juga bisa bikin pusing dan rawan untuk keliru menentukan sentimen. contohnya: “Saya suka kalau kehilangan barang bawaan setelah penerbangan sembilan jam,” jelas mereka tidak senang dengan pengalaman mereka.

Biarkan tools yang bekerja keras untuk Anda

Kemampuan social media monitoring Mediawave dapat membantu kamu menghilangkan beberapa tugas paling membosankan dan menghabiskan waktu saat memonitoring brand kamu di media sosial. Volume percakapan yang terjadi saat ini adalah alasan yang cukup untuk berinvestasi dalam alat pendengar pihak ketiga.

Mediawave membantu kamu memonitor dan mengatur penyebutan sosial brand secara real-time. Kamu dapat memilih istilah yang terkait dengan analisis sentimen yang ingin kamu cari tahu.

Coba sekarang, dan download hasil pencarian kamu!