Menguak Sentiment Netizen Pada Operator Seluler

Author: admin  |  Category: Digital Monitoring & Analysis

Read more…

Perbankan dan Sentiment online Media

Author: admin  |  Category: Digital Monitoring & Analysis

Read more…

HASIL MONITORING SOCIAL MEDIA TENTANG PEMBANGUNAN GEDUNG DPR

Author: admin  |  Category: Digital Monitoring & Analysis

DPR adalah lembaga rakyat. Berisi sekumpulan orang-orang yang dipercaya rakyat untuk mewakili mereka menjaga Negara ini. Tidak heran, rakyat begitu ingin tahu dan amat peduli dengan apa yang dilakukan wakil mereka di Senayan.

Begitu pun ketika rencana pembangunan gedung baru bagi para wakil rakyat digulirkan. Di tengah-tengah masalah kesejahteraan masyarakat dan berita tentang kinerja anggota DPR yang lebih sering terdengar negatif, rencana pembangunan gedung berfasilitas mewah seperti menjadi ironi.

Akibatnya, pro dan kontra pun muncul di tengah masyarakat. Selain di media massa konvensional yang lebih sering mendengarkan pendapat ahli, di media digital semua orang punya suara. Siapa pun menjadi berhak menentukan headline beritanya sendiri, dengan sudut pandangnya sendiri.

Dengan menggunakan Social Media Monitoring & Analytics platform, MediaWave melakukan pencarian dan penggalian percakapan di ranah digital mengenai tema khusus “Gedung DPR”. Monitoring dilakukan mulai tanggal 28 Maret sampai dengan 7 April 2011, untuk mendengarkan apa saja yang masyarakat katakan mengenai subjek “Gedung DPR” di media digital.

Berbeda dengan survey konvensional yang umumnya menggunakan metode sampling, platform MediaWave menangkap semua percakapan yang mengandung keyword yang relevan dengan “Gedung DPR” di dalamnya. Penggalian menggunakan platform ini lebih dapat mereduksi intervensi research tools. Di dalam survey langsung, biasanya responden menerima daftar pertanyaan, yang pemilihan kalimat dan susunan pertanyaannya, dapat digunakan untuk “menggiring” responden memilih jawaban. Karena melibatkan hubungan interpersonal pula, responden berada pada kondisi psikologis yang tidak “normal”. Di dalam sebuah wawancara misalnya, responden cenderung menjawab di dalam perasaan tidak enak pada yang bertanya, atau malah melebih-lebihkan jawaban karena mumpung ditanya.

Platform Social Media Monitoring & Analytics milik MediaWave tidak memberi pertanyaan atau melakukan hubungan interpersonal. MediaWave “hanya” menangkap percakapan yang relevan dan kontekstual sehubungan tema “Gedung DPR. Jadi setiap percakapan ini memang dilakukan responden dalam kondisi “normal” mereka.

Read more…

Mediawave Review: Smartphone on Social Media (Part 1)

Author: admin  |  Category: Uncategorized

Dulu, para pemasar amat akrab dengan istilah AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action) sebagai tahapan dari prilaku konsumen. Sekarang, konsumen dengan segala kekuatan dan perubahannya memaksa pemasar berkenalan istilah baru: AISAS. Attention – Interest – Search – Action – Share.

Elemen Search dan Share tentu erat kaitannya dengan perkembangan dahsyat internet dan perubahan prilaku yang menyertainya. Pembahasan tentang ini sudah sering kita dengar. Tapi benarkah kita sudah memanfaatkan digital media secara maksimal? Sudahkah kita benar-benar mengidentifikasi dan mengenali konsumen kita di media ini?

Nah, sebelum Anda yakin tujuan komunikasi pemasaran yang dilakukan sukses, dan brand positioning yang Anda lakukan berhasil, ada baiknya mendengar dulu apa yang publik katakan – dan sebarkan – di digital media.

OVERVIEW

Selama Januari sampai Maret 2011, Mediawave DigiLabs menggunakan platform Social Media Monitoring and Analytics-nya untuk mengungkap keberadaan dan percakapan di social media dan media digital tentang produk Smart Phone. Lebih spesifik lagi, brand yang dijadikan objek penelitian adalah Nokia, Iphone, BlackBerry, Samsung dan Sony Ericsson.

Platform milik Mediawave memetakan semua keberadaan dan percakapan publik di Facebook, Twitter, Blog, Forum, News, video dan images di dunia digital.

SHARE OF VOICE

Secara keseluruhan industri SmartPhone, materi/media digital yang paling banyak memiliki konten yang berhubungan dengan Nokia, BlackBerry, Samsung, Iphone dan Sony Ericsson adalah materi dalam bentuk gambar dan conversation di Facebook. Sisanya dibagi kecil-kecil untuk media lain.

Share of Voice masing-masing brand tampak merata di hampir semua media. Yang menarik, setiap brand seperti berbagi “area kekuasaan” di tiap media berbeda. BlackBerry adalah pemilik Share of Voice terbesar di Facebook, meski tidak jauh perolehan suaranya dibanding kompetitor.

Jika kita beranggapan Facebook kini “turun kelas” secara kelompok SES, maka mungkin BlackBerry mengalami kondisi yang sama. Ini gejala lumrah. Teknologi dan budaya baru pertama kali diadaptasi oleh kalangan SES A di kota besar, lalu kemudian menular di SES B dan seterusnya, menjadi produk massif, lalu mulai ditinggalkan “pengikut” awalnya. Itu sebabnya BlackBerry malah memperoleh suara terbanyak di Facebook, sementara Nokia malah merajai Twitter, media yang seringkali dianggap “masih untuk kalangan atas”.

Kenapa Nokia? Karena brand ini lebih gencar melakukan aktivitas digital untuk kembali mendapatkan posisi sebagai lokomotif brand SmartPhone paling canggih dan prestisius. Aktivitas komunikasi pemasaran melalui digital yang mereka lakukan otomatis menjadi pembicaraan, dan conversation yang cepat dan responsive memang lebih nyaman dilakukan di Twitter.

Kondisi ini berbalik di media News (digital news media). Perolehan suara Nokia adalah yang terkecil, dan Samsung menjadi satu. Apakah ini karena Nokia banyak beraktivitas digital, sementara Samsung yang juga sedang giat melakukan aktivitas komunikasi lebih banyak bermain di media konvensional? Sangat mungkin. Sebab tipikal news di dot com hari ini masih sering menjadi amplikasi dari berita di media fisiknya. Maka aktivitas pemasaran konvensional Samsung mendapat liputan dari media konvensional pula, lalu ditayangkan juga di versi online media yang sama.

Fenomena blog lain lagi. Sony Ericsson secara signifikan menguasai perolehan suara. Blogger dan pembacanya memang bukan “masyarakat umum”. Mereka tipikal adapter awal dan hanya akan membagi informasi yang biasanya mereka pahami dan senangi. Secara sederhana, mereka yang menjadi blogger adalah mereka yang concern dan ahli di bidangnya. Termasuk ahli –setidaknya pengamat- teknologi. Dan yang menjadikan Sony Ericsson menjadi brand Smart phone yang paling banyak dibahas di blog adalah, karena Sony Ericsson sejak dulu fokus mengomunikasikan kekuatan teknologinya, modelnya yang, lagi, hi-tech. Berbeda dengan Nokia yang sejak dulu lebih mengakrabkan diri dengan fitur manusiawi, seperti kemudahan SMS, model yang lebih curve, warna casing, dan sebagainya.

Kecenderungan yang sama juga terjadi di Forum. Sifat postingannya yang lebih “serius” dan lebih panjang, seperti halnya blog, biasanya ditulis oleh “para ahli”. Berbeda dengan Facebook dan Twitter yang postingan user-nya lebih ringan dan pendek-pendek. Analoginya, pembahas BlackBerry mengatakan, “beli charger BlackBerry ori di mana ya?”, sementara pembahas Sony Ericsson mengatakan, “mengakali charger Sony Ericsson agar multi-usage” misalnya.

Ini juga yang mungkin menjadi sebab media Images dan Video lebih banyak membahas tentang Sony Ericsson, sebab kemungkinan orang menyertakan foto dan video untuk di forum dan blog lebih besar dibanding di Facebook dan Twitter. Facebook mungkin boleh menjadi media pengumpul foto nomor satu, tapi tidak untuk foto produk –atau foto dengan caption nama brand.

——————————————————————————————————–

Laporan ini terbagi menjadi 2 bagian. Kali ini yang dibahas adalah mengenai Share of Voice. Tulisan berikutnya akan mengenai Keyword Relevancy dan Influencer yang berkaitan dengan masing-masing brand, serta percakapan apa saja yang terjadi di social media. Tunggu saja!

#MXitDeclaration

Author: admin  |  Category: Uncategorized

That’s a hashtag we’re create on Sumpah Pemuda. Idenya adalah mendorong MXit user untuk berjanji melakukan akan melakukan satu atau beberapa hal baik untuk diri sendiri ataupun orang lain ataupun bagi Indonesia.

Walaupun hanya diadakan sekitar 12 jam responnya manstab!!! Keren, kreatif, berguna dan segar! You gusy rock. Banyak banget yang kita bisa dapatkan dari momen ini. Beberapa orang bahkan membuat lebih dari 1 janji, dan semuanya bagus2. Read more…

2 Ways VS 1 Way

Author: admin  |  Category: Uncategorized

Lagi merhatiin halaman fanspage beberapa brand dan pola komunikasinya. Ternyata banyak yang menutup wall nya untuk postingan dari fansnya. Jadi interaksi yang bisa dilakukan hanya memberi comment dan like terhadap status yang ditulis oleh admin. Jadi ngga berbeda dengan e-newspaper dan forum tertutup.

Saya menebak beberapa alasan yang mendasari pola komunikasi seperti ini. Alasan terbesar sepertinya takut wall akan ditulisi oleh komentar atau status negatif oleh fans. Sehingga fans hanya berhak mengomentari terhadap suatu info atau promo tertentu saja yang ditetapkan oleh Admin. Dan hampir pasti tidak akan pernah menanyakan tentang keluhan atau komplain terhadap produk :) . Padahal FB fanspage adalah media yang sangat berguna untuk mendapatkan market insight dari konsumen ataupun calon dan mantan konsumen.

Kalau bagus kenapa mesti takut? Kalau ada kekurangan sedikit yah wajar aja, namanya juga buatan manusia pasti gak sempurna :) . Kalau kekurangannya emang banyak, yah harus instropeksi memang belum layak jual produknya. Jadi saya rasa ngga ada yang perlu ditakutkan terhadap komentar dari fans. Justru yang perlu ditakutkan itu kalau mereka udah ngga mau komentar lagi, berarti mereka udah ngga peduli dengan produk Anda. Read more…